Tuesday, April 25, 2017

[CatPer] The Gogons: Trip to Gunung Gede, Jawa Barat (2,958 mdpl)





Pertama kali The Gogons naik gunung itu ya ke Gunung Gede ini, dan waktu itu kita melakukannya di semester genap kuliah tahun kedua, tepatnya di tanggal 23 – 25 April 1999. Masih inget banget dulu kita semua ngga ada yang punya pengalaman naik gunung, bukan anggota pecinta alam, ngga pernah olah raga (yang pasti gue sih yang ngga pernah olah raga), eeh… malah sok-sok-an ikutan open trip hiking ke Gunung Gede yang diadain sama ASTADECA (baca: Astadesya, C-nya bukan C biasa), yang merupakan kelompok pecinta alam milik Politeknik Universitas Indonesia (sekarang: Politeknik Negeri Jakarta).

Berangkat sore menjelang malam di tanggal 23 April 1999 dari Depok, pendakian dimulai tengah malam melalui jalur Gunung Putri, sebuah jalur pendakian yang trek-nya... (liat di bawah terusannya bro). Kalo kata orang-orang (baca: pendaki-pendaki berpengalaman), naik gunung itu enaknya malam, karena kita ngga akan ngeliat jalur yang akan kita lewati, jadi kita ngga akan tau apakah kita lagi lewat tanjakan, turunan atau jalur mendatar… tapi kalo menurut gue naik gunung malam malah ngga enak, karena malam-malam itu enaknya tidur… hehehe… lagian jalur pendakian tetep keliatan kok kalo malam apalagi kalo pas bulan purnama, jadi terang jalurnya…

Karena emang dasarnya ngga pernah naik gunung dll yang di atas itu, ya hasilnya kita baru sampe Alun-Alun Suryakencana, sebuah lembah... (liat di bawah juga terusannya, okeh), jam 9 pagi di tanggal 24 April 1999… lammmaaa benerrrr ‘n capek benerrrr… haha… Oh iyes, di pendakian pertama ini peralatan hiking dan camping kita ngga lengkap alias seadanya dan banyak minjemnya… jaket gue hasil pinjeman, bawa-bawa payung pinjeman karena ngga punya jas hujan/ponco, bawa tenda kecil hasil pinjeman mana buat delapan orang pula (jadinya pada nebeng tenda orang lain)… kekeke… jangan ditiru ya bro… persiapan harus bener dan lengkap untuk melakukan pendakian gunung dan camping.

Untuk tau lebih detail persiapan dan perlengkapan untuk pendakian gunung dan camping, brothers bisa liat blog gue berikut ini:

http://www.gogonsjalanjalan.com/2015/05/sharing-persiapan-dan-perlengkapan.html



Di pendakian ini kita nginep semalem di Alun-Alun Suryakencana, terus tanggal 25 April 1999 dini hari kita muncak or summit attack dan lanjut turun lewat jalur Cibodas. Untuk The Gogons yang ikut dalam pendakian ini lumayan lengkap, in alphabetical order: ada Adi, Andri, Diar, Dito, Gue (Ari) dan Udin, plus ada Musa dan Donny (ikutan karena dulu satu kost sama gue dan Udin).

Beberapa photo memories pendakian 1999:


Gon.. gon... gaya lu...
Gaya yang menginspirasi terbentuknya para BoyBand
Dingin Brroohh...
Muke capek


Bawa-bawa payung hehehe...

Pendakian 1999 ini adalah pertama dan terakhir kalinya kita naik Gunung Gede lewat jalur Gunung Putri dan turun lewat jalur Cibodas, untuk pendakian-pendakian selanjutnya (ke-2: 12-13 October 2002, ke-3: 12-13 September 2014 dan ke-4: 14-15 November 2016) kita selalu menggunakan jalur sebaliknya. Dan menurut gue kalo mau ke Puncak Gunung Gede emang lebih enak naik lewat jalur Cibodas, karena jalur panjang-nya di awal/pas naik, setelah itu turun lewat Gunung Putri, walau hanya dengan sisa-sisa tenaga, turun bisa lebih cepat karena jalur lebih pendek.

Beberapa photo memories pendakian 2002:


Harus photo di sini kalo lewat jalur Cibodas


Pengulangan photo 99


idem sama atas


Sarungan


Diar hidungnya sampe meler


Gogons: Gue, Adi, Diar + Faidzin FE98, Faisal (temen SMU gue), dan temennya Faisal

Biasanya kalo naik lewat Cibodas, kita mulai pendakian pagi-pagi sekitar jam 08.00 s.d. jam 10.00, kemudian setelah sekitar 5 – 7 jam berjalan kita akan istirahat dan nge-camp di Kandang Badak (pos terakhir sebelum pertigaan ke Puncak Gede atau Pangrango). Sekitar jam 01.00 – 02.00 dinihari kita packing lagi dan berangkat dari Kandang Badak untuk muncak/summit attack ke Puncak Gede (atau mau ke Puncak Pangrango juga boleh… terserah aja sih bro…). Kalau jam-jam 01.00 – 02.00 dinihari kita berangkat muncak, InsyaAllah kita akan sampai di Puncak Gede pas sunrise dan bisa menikmati sunrise yang kece di sini… untuk bisa liat sunrise di Puncak Gede sangat tergantung kecepatan kita mendaki sampai ke puncak dan juga tergantung cuaca ya brothers

Di Puncak Gede paling lama kita cuma satu jam, menikmati keindahan sunrise, kawah Gunung Gede, hijaunya lembah-lembah, pemandangan Puncak Pangrango sambil photo-photo, minum-minum jahe susu, ngopi dan makan gorengan. Dari Puncak Gede perjalanan turun kita mulai, dan jika kita turun melalui jalur Gunung Putri, yang pertama kita temui setelah setengah sampai satu jam kita turun dari Puncak Gede adalah Alun-Alun Suryakencana, sebuah lembah hijau yang Indah dan luas diantara Puncak Gede dan Puncak Sebelahnya Puncak Gede (haha, kagak tau namanya).

Puas istirahat, tidur-tiduran, guling-gulingan, photo-photoan, makan-makanan, minum-minuman, pipis-pipisan dan lain-lainan di Alun-Alun Suryakencana… satu sampai dua jam kemudian perjalanan turun kita lanjutkan… turun lewat Gunung Putri tentunya… sebuah jalur pendakian yang trek-nya kalo pas turun ya turunan semua (artinya kalo pas nanjak ya tanjakan semua dan kalo pas mendaki ya dakian semua… huehehehe…) dan minim bonus alias minim jalur datar… biasanya sekitar 5 – 6 jam berjalan, kita akan sampe bawah lagi deh, tepatnya di Posko Pendakian Gunung Putri. Habis itu lapor, terus pulang deh…

Beberapa photo memories pendakian 2014:

Tuh kan pasti photo di sini


Nah ini lagi...


Latar Puncak Pangrango


Gue juga dong photo latar Puncak Pangrango


Bukti kalo udah sampe Puncak Gede


Bukti keras


Adi buru-buru jalan mau turun


Santai aja, Di...


Tuh kan masih santai, gaya dulu...

Tips-tips lainnya jika mau mendaki Gunung Gede:
  • Kuota pendakian Gunung Gede/Pangrango dibatasi hanya untuk 500 orang perharinya, jadi mesti jauh-jauh hari daftarnya (bisa sebulan/dua bulan sebelumnya), apalagi kalo mau mendaki pas weekend, liburan dan long weekend. Pendaftaran bisa dilakukan secara online melalui website Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) berikut ini: https://booking.gedepangrango.org/
  • Setelah sukses mendaftar online, disetujui oleh pihak TNGGP dan membayar biaya masuk kawasan konservasi (melalui transfer), brothers harus menukarkan bukti pendaftaran online dan bukti transfer dengan SIMAKSI (Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi) dengan langsung mendatangi Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, yang ada di Cibodas, seminggu sampai dua hari sebelum pendakian.
  • Ketika menukarkan bukti pendaftaran online dan bukti transfer dengan SIMAKSI (Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi), kita akan diminta untuk menyerahkan surat sehat dari dokter/klinik. Nah, jika brothers lupa bawa dari rumah, jangan takut, warung-warung makan disekitar Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cibodas, bisa membantu untuk membuatkan surat sehat dari dokter dengan biaya Rp 20ribu – 25ribu per orang (per November 2016). Tapi pastikan yang dapet surat sehat bener-bener sehat ya.
  • Ketentuan Umum Pendakian Gunung Gede Pangrango lainnya bisa dilihat di website TNGGP di atas (harap diperhatikan).
  • Kalo bawa kendaraan pribadi (motor dan (apalagi) mobil), disarankan untuk parkir di sebelah Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, di Cibodas. Ada lapangan luas disediakan untuk parkir.
  • Biasanya pas weekend/liburan, puncak macettt terus bro, jadi enaknya mendaki pas hari kerja supaya bisa berangkat dari rumah (sekitar Jabodetabek) pagi-pagi habis sholat Shubuh. Tapi kalo emang mau mendaki pas weekend/liburan disarankan berangkat ke Cibodas/Gunung Putri semalam sebelumnya dan nginep dulu di barak-barak pendakian (warung) sekitar Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cibodas.
  • Kalo mau mendaki pas weekend dan berangkatnya dari rumah (sekitar Jabodetabek) pagi-pagi habis sholat Shubuh, dijamin baru sampe Cibodas udah kesiangan… apalagi kalo naik mobil…
  • Referensi Porter: Pak Gugun (0819-1219-5717, kalo belum ganti nomor HPnya), dengan tariff Rp 500ribu untuk sehari semalam per satu porter (dari mulai naik sampe turun lagi), tariff sebesar ini terakhir gue bayar untuk pendakian November 2016.
  • Jangan takut kelaparan pas mendaki Gunung Gede karena di sepanjang jalur pendakian, baik itu jalur Cibodas maupun Gunung Putri, banyak penduduk sekitar yang berjualan makanan (mie instan, pop mie, gorengan, nasi uduk, dll) dan minuman (air mineral, kopi, jahe syusyu, dll). Penjual-penjual makanan ini ada di lokasi: Kandang Badak, Puncak Gede, Alun-Alun Suryakencana, Pos-pos pendakian Gunung Putri.



Additional Note: 
ada mas-mas… eh, akang-akang yang keliling sepanjang jalur pendakian nawarin nasi uduk… ‘Uduk A’, ‘Uduk A’ (A artinya AA, panggilan kepada orang yang lebih tua di daerah Jawa Barat). Pas pendakian 14 – 15 November 2016 gue ketemu dua kali sama si akang tukang nasi uduk ini, pertama sore-sore tanggal 14 November di deket Kandang Badak dan saat itu doi mau turun ke Cibodas sambil nawarin ‘Uduk A’, ‘Uduk A’, terus kedua pagi-pagi 15 November di Puncak Gede si akang udah sampe dari jalur pendakian Gunung Putri untuk turun menuju Kandang Badak sambil terus nawarin ‘Uduk A’, ‘Uduk A’… haha berarti doi udah dua kali muncak, sementara gue dan team… yaah gitu deh….

Beberapa photo memories pendakian 2016:


Masak-masak di Kandang Badak


Puncak Gede kali ke-4


Gogons: Gue doang + Temen-temen kantor gue


Siap!


Ada penampakan di belakang


Yang aus...


Enaknya tiduran di rumput bersih


Sepatu Merrell yang copot sol-nya


Istirahat sejenak menikmati pemandangan



Thanks for Reading!


Ari Nur Rahman


Klik The Gogons, if you want to know about the novel.




Recommended Reading:

FAMILY CASH FLOW AND BUDGETING - MS EXCEL TEMPLATE

No comments:

Post a Comment