Saturday, January 30, 2016

[CatPer] The Gogons: Road Trip menyusuri Pantai Selatan Gunung Kidul (Daerah Istimewa Yogyakarta) sampai ke Pacitan (Jawa Timur) - Part 2



Santai di Bibir Pantai Pok Tunggal

Catatan mengenai Pantai Pok Tunggal:


1. Jalan masuk ke pantai masih belum di aspal, tapi sebagian besar sudah di semen… sudah lebih memudahkan wisatawan untuk berkunjung

2. Beberapa ratus meter setelah masuk jalan menuju pantai, jika kita menengok ke kiri, ada suatu area yang sepertinya dipergunakan untuk tempat pembuangan sampah… perlu dipindahkan, jangan sampai areanya meluas dan mengurangi keindahan area pantai

3. Beberapa ratus meter sebelum sampai pantai Kita akan bertemu pertigaan, yang jika kita berbelok ke kiri, Kita akan menemukan satu pantai yang lebih perawan, yaitu Pantai Seruni (Kita kunjungi di Day III). Jalan ke Pantai Seruni kebanyakan masih jelek, dan hanya sedikit yang di semen (di sekitar jalan-jalan menurun/menanjak), jadi perlu effort lebih jika Kita mau ke sini menggunakan mobil

4. Area Pantai Pok Tunggal, walaupun sudah banyak berubah (si Pok Tunggal-nya udah ngga tunggal lagi…) dan sudah banyak bangunan berdiri (resto, penginapan), tapi sisi alaminya masih tetap terjaga (at least pada saat Kita berkunjung) sehingga masih tetep endah brow… mudah-mudahan bisa tetap terus dijaga ke-alami-an pantai ini

5. Kita sampai di bibir Pantai Pok Tunggal sekitar jam 10.00 pagi, dan seperti yang saya tulis di atas, di tips mengunjungi pantai-pantai sekitar Gunung Kidul, saat itu air laut sedang pasang sehingga pemandangan pantai saat itu lagi TOBB-TOBBnya bre…

6. Di sisi kiri dan kanan area pantai terdapat bukit yang bisa kita panjat… pake tangga… hehehe… di sisi kiri ada Bukit Panjung dan di sisi kanan ada Bukit Tirta Pok Tunggal Asri… dari atas dua bukit ini, pemandangan sekitar Pantai Pok Tunggal tambah ciamik bre… ngga percaya? Liat aja photo-nya di Part 1 catper ini ya…

7. Kita bisa mendirikan tenda di sekitar area Pantai Pok Tunggal, bisa bawa sendiri dan juga bisa sewa ke penduduk sekitar

8. Penginapan di area Pok Tunggal menurut Kita kurang oke karena di salah satu penginapan yang Kita kunjungi tidak ada jendelanya sehingga pengap, dan karena di sekitar Pantai tidak ada listrik, jadi Kita ngga bisa pakai kipas angin… apalagi AC bre…



Puas main air (yang main air gue doang, si Adi leyeh-leyeh doang di pinggir pantai) dan photo-photo di Pantai Pok Tunggal, sekitar jam 12.00 siang Kita meninggalkan Pantai Pok Tunggal, meninggalkan area Gunung Kidul untuk menuju ke Pacitan… tapi sebelumnya Kita mampir ke Wonosari buat kulineran, walaupun kulinerannya cuma makan mie ayam + bakso + sop iga… hehehe…

14.30 Kita mulai perjalanan dari Wonosari ke PACITAN… tidak banyak yang bisa diceritakan dari perjalanan Kita ke Pacitan, karena hanya satu setengah jam Kita di Pacitan akibat kecewa dengan apa yang Kita temui di sini…

Pantai-pantai dan The Great Ocean Road yang ada di Pacitan, merupakan alasan terbesar mengapa Kita sangat memimpikan untuk melakukan Road Trip ini… jika Kita Googling Pantai Banyu Tibo, Pantai Klayar yang ada di Pacitan, Kita akan mendapatkan photo-photo pantai yang indah dan alami, tapi our high hopes suddenly pupus ketika Kita melihat kenyataannya… ini ringkasannya…

16.30 – Pantai Klayar
The first beach we visited when we arrived in Pacitan, dengan pertimbangan hari sudah sore dan Kita cari pantai dengan banyak home stay/penginapan. But, our high hopes of finding a beautiful, natural and almost secluded beach suddenly vanished ketika kita menginjakkan kaki pertama kali di sini... yang ada di pikiran pertama kali adalah berantakan, banyak penginapan, toko-toko suvenir dan rumah makan berdiri dengan tidak tertata baik; ada persewaan kendaraan ATV yang parkir sembarangan, kemudian sungai di sebelah pantai terlihat kotor, banyak sampah dan airnya berwarna coklat bening seperti air teh... Menemukan hal ini, setelah perjalanan panjang dari Gunung Kidul, membuat kita langsung kangen dengan Pantai Pok Tunggal, dan memutuskan untuk tidak akan berlama-lama di Pacitan untuk kambali lagi ke Gunung Kidul... dan saking ngga betahnya Kita di Pantai Klayar, Kita berdua sampe ngga ambil photo di sini... segitunye ye Kite…

17.15 – Pantai Buyutan
Second beach we visited and the best beach we visited, amongst the three beaches we visited in Pacitan, and the second best beach we visited during our Road Trip. Masih alami, pemandangan bagus, air bening… yang menantang adalah perjalanan turun dari bukit ke pantai, melalui jalan menurun dengan sudut kemiringan sekitar 60 derajat dan dengan belokan tajam... dan yang bikin jantung lebih bedebar adalah ketika perjalanan naiknyaaaa...

Ini yang mhoto ngga jago ini... isinya backlight semua...

Anggota CSR ini... Coboy Senior...

Pantai Buyutan dari atas Bukit... Mobil ama Motor Parkirnya di bawah enoh...

Ini ada Bebuyutan di Pantai Buyutan

17.45 – Pantai Banyu Tibo
Third beach we visited in Pacitan. Sudah tidak alami di bagian air terjun-nya, banyak warung-warung berdiri di sekitar bukit di atas air terjun yang membuat pemandangannya menjadi hancur. Air terjunnya pun kelihatan seperti pancuran pembuangan limbah rumah tangga/sewer… hehehe… hal-hal ini membuat keputusan untuk langsung balik lagi ke Gunung Kidul malam itu juga semakin bulat, dan akhirnya kita langsung tancap gas balik ke Gunung Kidul jam 6 sore dengan hanya stay sekitar satu setengah jam di Pacitan...

Itu Air Terjun di Banyu Tibo kayak Air Pancuran...

Warung-Warung di Bukit di atas Air Terjun Pantai Banyu Tibo mengurangi Keindahan...

Catatan lain mengenai Pacitan:


1. Ada banyak jalan untuk menuju ke Pantai Klayar dan sekitarnya (Pantai Buyutan dan Banyu Tibo berdekatan dengan Pantai Klayar) yang ditunjukkan oleh Google Maps, salah satunya jalan yang Kita lalui, yang belokannya sebelum belokan jalan utama ke Pantai Klayar melewati Goa Gong. Jalanan yang Kita lewati ini melalui/naik-turun bukit-bukit, ukuran jalannya kecil yang cukup satu mobil lebih dikit, Nah ini jadi ‘Let’s Get Lost’ Kita yang kedua


2. The Great Ocean Road Pacitan ternyata letaknya di jalan dari Pacitan menuju Trenggalek, jadi kita tidak akan menemukan The Great Ocean Road Pacitan jika mengunjungi 3 pantai di atas. Jadi, next time kalau mau ke Pacitan lagi mungkin perlu dirubah destinasi-nya.

3. Kota Pacitan sepi, kurang penerangan lampu di malam hari dan hampir tidak ada truk/bus lalu lalang melalui Pacitan, jadi walaupun perjalanan balik kita dari Pacitan ke Gunung Kidul dimulai jam 6 sore, tapi jalanan sangat mencekam, karena seringnya cuma mobil Kita aja yang ada di jalan... hehehe... (padahal Kita udah melalui jalanan utama dan bukan melalui jalanan yang sama seperti yang ada di nomor 1 atas)

21.00, atau sekitar itu, Kita sudah sampai lagi di daerah Gunung Kidul dan langsung menuju ke Pantai Pok Tunggal, karena rencananya Kita mau cari penginapan di sini. Tapi seperti yang gue tulis di atas, di bagian catatan mengenai Pantai Pok Tunggal, ternyata penginapan di sekitar Pantai Pok Tunggal ngga oke… trus mau diriin tenda (Kita bawa tenda sendiri bray) juga udah males, udah malem, udah capek, udah pegel, mau bobo… akhirnya Kita meninggalkan Pantai Pok Tunggal malam itu dan kembali ke sekitaran Pantai Indrayanti untuk mencari penginapan, dan kali ini penginapannya harus yang pake AC… Dapetlah Kita tempat menginap ber-AC di Griya Kusuma Bamboo Lengkung… huh hah…

Sedikit review untuk Penginapan Griya Kusuma Bamboo Lengkung (Kamar/resort yang Kita tempati): merupakan satu dari dua kamar/resort yang ber-AC dan yang Kita tempati ini yang ukurannya lebih kecil dan cukup untuk 2-3 orang; kamarnya cukup luas, maksimal untuk 3 orang bisa lah, dan semua orang bisa tidur di kasur (walau empet-empet-an); kamar/resort terbuat dari bambu (ya iyalah, namanya aja Bamboo Lengkung); kasur diletakkan di lantai kamar/resort; Kamar dan kamar mandinya bersih; Disediakan TV yang menggunakan TV satelit (lupa TV satelit apa); banyak nyamuk, mungkin karena kamar/resort-nya dari bamboo jadi nyamuk gampang masuk; room for improvement-nya ya itu tuh masalah nyamuk perlu dicari jalan keluarnya, karena udah pake obat nyamuk elektrik, nymuknya kaga mati n tetep ganas... hehehe…

DAY III (16 JANUARI 2016)
06.00, Kita sudah packing dan bersiap menuju Pantai Seruni (di sebelah Pantai Pok Tunggal, seperti penjelasan di atas). How secluded, natural and the beauty of Pantai Seruni bisa dilihat di photo-photo berikut:

This is Brazil!... eh, Pantai Seruni!...

Cakepnya ini Pemandangannyaaa....

Itu Adi lagi nyari Komang-Komang...

Saking kangennya Kita sama Pantai Pok Tunggal, akhirnya Kita tidak stay lama di Pantai Seruni… dan sekitar jam 08.00 Kita sudah sampai lagi di Pantai Pok Tunggal… kali ini Adi ikutan main air, setelah hari sebelumnya gagal main air di Pacitan… udah ngga perlu cerita banyak lagi ya tentang Pantai Pok Tunggal… kan udah cerita di atas…

Jam 10.30 Kita beranjak dari Pantai Pok Tunggal untuk menuju ke Kalisuci, mau Cave Tubing-an… jam 12.00 Kita sampai ke Kalisuci setelah hampir nyasar ke arah Goa Jomblang, dinyasarin ama Google Maps lagi bre… sampai TKP Kalisuci Kita langsung ke sekretariat untuk daftar Cave Tubing-an, tapi langsung mengurungkan niat karena setelah liat CCTV area Cave Tubing-nya airnya ternyata lagi ngga jernih alias lagi coklat… dan sepertinya sama nih kayak Air Terjun Sri Gethuk, kalo mau dapetin air yang jernih Kita harus dateng pas bulan Maret – April…

Kuciwa lagi deh… dari sini Kita putusin untuk kulineran di sekitaran Jogja untuk kemudian langsung mengarah pulang, tapi sebelum pulang Kita mau mampir dulu ke Ketep Pass di Magelang… Kulineran yang Kita cari adalah soto, dan dari sekian banyak pilihan kuliner soto di sekitaran Jogja, pilihan Kita jatuh ke Soto Bathok Mbah Katro di Jalan Candi Sambisari, Kalasan…

Nah, dalam perjalanan menuju Soto Bathok Mbah Katro ini Kita mampir dulu ke Rumah Makan Gudeg Yu Djum Pusat untuk beli oleh-oleh gudeg buat orang rumah plus meng-investigasi mengenai keterkaitan Rumah Makan Gudeg Yu Djum Pusat ini dengan yang ada di Wijilan… ternyata eh ternyata, ngga ada hubungannya bre… menurut mba-mba penjaga hati… eh, rumah makan (waitress lah…), Rumah Makan Gudeg Yu Djum Pusat ini ada hubungannya sama Rumah Makan Gudeg Yu Djum yang ada di Kaliurang dan deket UGM bre, bukan ama yang di Wijilan… jadi, kita menyimpulkan sendiri nih, kalo Gudeg Yu Djum Wijilan sepertinya udah buka franchise yeee… mantavvv…

Selesai dari sini perjalanan berlanjut ke Soto Bathok Mbah Katro… jam 13.30 Kita sampe TKP, langsung pesen dan menyantap sotonya. Adi dan gue memiliki pandangan berbeda nih untuk soto ini, kalo Adi bilang biasa aja tapi menurut gue enak mantrep… nah kalo menurut pembaca gimana? Cobain sendiri yeee…

14.30 Kita cauw dari Soto Bathok Mbah Katro untuk menuju Ketep Pass… Perjalanan dari Saoto Batok Pak Katro ke Ketep Pass melalui jalan-jalan yang membuat kita merasakan 'Let's Get Lost' yang ketiga bre… atas dasar arahan Google Maps lagi... sepanjang perjalanan Kita mikir iki lewat jalan opo iki… kok isinya pohon salak semua, plus jalannya kecil-kecil… hadeuh… tapi dengan lewat jalan ini Kita jadi bisa beli salak langsung dari petani, beli 50ribu dapet sekarung coy… kaga bakalan ada di mana-mana dengan 50ribu Kita dapet sebanyak ini…. hihihi…

Setelah sedikit deg-deg serr, ngelewatin jalanan yang gak jelas, pas hujan pula, akhirnya sekitar jam 16.30 Kita tiba di lokasi Ketep Pass, di sini mendung masih menggelayut, jadinya pemandangan yang Kita dapet ngga memukau-memukau amat… emang sih kata Dito kalo ke Ketep Pass bagusnya itu pagi cuy, ya nantilah Kita ke sana lagi… selesai photo-photo, jam 17.00 Kita langsung capcuy melanjutkan perjalanan pulang, mengarah ke Salatiga melalui Kopeng. Di jalur Kopeng – Salatiga ini Kita ngeliat ada plang Top Selfie Pakis, tapi karena udah kesorean, Kita ngga mampir dan langsung capcut lagi… daerah Kopeng, mungkin sebagian orang udah tau, itu kayak daerah Puncak Bogor, tapi sepertinya lebih bagus dan karena kondisi saat Kita lewat lagi mendung, jadinya pemandangan kurang begitu jelas…

Pemandangan dari Ketep Pass... Mendung Menggelayut euy...

Dari Salatiga Kita terus melaju pulang melalui Jalur Pantura, barengan Bus-Bus Malam yang mengarah ke Jakarta, yang saling kejar-mengejar di sisi kiri dan kanan mobil Kita… jam 23.00 malem Kita sudah masuk tol Kanci - Pejagan

DAY IV (17 JANUARI 2016)
03.30 Kita sudah sampai rumah Adi di Bintaro, masuk rumah… plek… langsung bobo… jam 07.30 gue pulang ke rumah di Pondok Cabe… hehehe… kaga penting amat ini ya diceritain…

Again… It’s a very tiring, but also very fun trip gons… see you on the next trip!

Catatan Tambahan:
Kalo Kita berdua (gue ama Adi, maksudnye..) perhatikan sepanjang perjalanan, jalan-jalan di sekitar Daerah Istimewa Yogyakarta, terutama yang paling banyak Kita lewati, daerah Wonosari dan Gunung Kidul, itu bagus-bagus… jadi sepertinya pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta itu sangat memperhatikan jalan-jalan di wilayahnya dan ini sangat baik untuk mendukung pariwisata di sana… lalu Kita bandingkan dengan jalan-jalan daerah Jawa Tengah lainnya, terutama yang berbatasan langsung dengan Daerah Istimewa Yogyakarta… jalannya, maaf, tergolong agak jelek, ada banyak rusaknnya juga… nah, gitu deh…


Girang Maen Aer...

Reporter Adi dan Ari menyampaikan Salam Lestari...
(Itu muke alus-alus amatt... pake Kamera 360,000 mhotonya)

Mau baca lagi bagian pertama... Klik PART 1 kalo mau balik lagi yee...



Thanks for Reading...


ARI NUR RAHMAN



Klik The Gogons, if you want to know about the novel.



Recommended Reading:

FAMILY CASH FLOW AND BUDGETING - MS EXCEL TEMPLATE

2 comments:

  1. nice trip, next ajak2lah..buat pemanis haha..mayan buat tukang motoin ato jaga ransel selagi kalian brenang..

    ReplyDelete