Saturday, January 30, 2016

[CatPer] The Gogons: Road Trip menyusuri Pantai Selatan Gunung Kidul (Daerah Istimewa Yogyakarta) sampai ke Pacitan (Jawa Timur) - Part 1



Ini nih sebenernya merupakan perjalanan impian yang sudah Kami rencanakan sejak tahun 2014 dan baru bisa terlaksana di awal 2016, di tanggal 14 – 17 Januari 2016. Di akhir tahun 2014, tepatnya di tanggal 25 – 28 Desember 2014 Kami hampir saja melakukan perjalanan ini, tapi terpaksa dibatalkan karena ketika Kami masuk tol JORR di pagi hari tanggal 25 Desember 2014, macet sudah merajalela… Akhirnya pada saat itu juga Kami membelot dan langsung merubah tujuan ke Pantai Selatan Jawa Barat.

Kali ini kembali peserta perjalanan hanya dua orang, yaitu Adi dan gue sendiri (peserta tetap nih…), dan yang lainnya seperti biasa… (1) Dito: sekonyong-konyong sibuk, dapet deadline kerjaan dari kantornya, (2) Andri: sekonyong-konyong istrinya ada acara dihari yang sama, (3) Darwis: sekonyong-konyong koder… biasalah doi, ada jumpa kipas angin… (4) Bayu (additional participant, temennya Adi): semonyong-monyong, eh, sekonyong-konyong ada meeting ama government officials juga dihari yang sama… Jadilah, peserta tetap lagi yang jalan, dan walaupun cuma berdua ‘The Show Must Go On’ bre…

Untuk perjalanan kali ini, tidak banyak persiapan yang dilakukan, karena rencananya Kita mau ‘Let’s Get Lost’ ngikutin aja ke arah mana yang ditunjukkin ama Google Maps. Satu hal yang Kita persiapkan, yaitu mengumpulkan daftar Points of Interests sepanjang perjalanan yang akan Kita lewati, dan karena ini adalah Road Trip menyusuri jalan Pantai Selatan DIY ke Pacitan, jadinya kebanyakan PoI-nya ya berupa PANTAI dengan bonus AIR TERJUN, GOA dan sedikit GUNUNG… Untuk mengetahui lebih jauh PoI yang berhasil Kita kumpulkan, berikut ini daftarnya (Kita bagi berdasarkan Kota):

BOYOLALI – MAGELANG: Selo, Air Terjun Kedung Kayang, Ketep Pass, Putuk Sukomojoyo, Curug Silawe, Puncak Gunung Andong, Puncak Gereja Ayam, Top Selfie Pakis

YOGYAKARTA – WONOSARI – GUNUNG KIDUL: Kalibiru, Hutan Pinus Imogiri, Kebun Buah Wangunan Imogiri, Air Terjun (Randusari, Sri Gethuk), Gunung Nglanggeran, Cave Tubing Kalisuci, Goa (Pindul, Gelatik, Seropan, Jomblang, Langse), Pantai (Parangkusumo, Parangtritis, Ngunggah, Kesirat, Wohkudu, Gesing, Ngluen, Butuh, Nglimun, Ngedan, Pringjono, Nguyahan, Ngobaran, Ngrenehan, Torohudan, Ngrawah, Widodaren, Peyuyon, Baron, Kukup, Sepanjang, Sanglen, Watu Kodok, Drini, Ngerumput, Krakal, Sadranan, Ngandong, Sundak, Indrayanti, Pok Tunggal, Seruni, Tebing Cluak’an, Ngetun, Timang, Jogan, Nglambor, Siung, Watu Lumbung, Wedi Ombo, Jungok, Greweng, Sadeng), Pulau (Ngrawe, Jumpino, Drini, Watupayung, Timang, Ngondo, Watupanjang, Watubebek, Jungok, Galtik, Watu Cetingan), YungYang Hill, Snorkling Slulup Adventure, Bukit Watusamudra

WONOGIRI – PACITAN: Pantai (Nampu, Banyu Tibo, Buyutan, Klayar, Srau, Karang Bolong, Sruni, Watu Karung, Teleng Ria, Tamperan, Kali Uluh, Wawaran, Pidakan, Soge, Tawang, Taman, Kunir, Teluk Bawur, Sido Mulyo, Pangasan), Goa (Gong, Tabuhan, Luweng Jaran, Song Terus), Sungai Maron, Pemandian (Tirto Husodo, Banyu Anget), Pulau (Bakung, Mancur)

Kebanyakan PoI di atas Kita cari dengan menelusuri Google Maps di Komputer, dan sebagian lagi dari informasi yang Kita dapat dari sharingan traveler di internet.

Mengingat waktu yang terbatas dan peserta Road Trip yang cuma dua orang (gentian nyetir dari Jakarta PP), akhirnya dari sekian banyak PoI di atas, hanya segelintir yang Kita kunjungi… dan inilah cerita perjalanannya… jreng jreng… eng ing eng… wak waw waw waw waw…

DAY I (14 JANUARI 2016)
Perjalanan Kita mulai tepat pukul 00.00 tengah malem di tanggal 14 Januari 2016, dari rumah Adi di daerah Bintaro, lebih cepat 2 jam dari rencana awal. Rute awal yang Kita tempuh adalah melalui Tol, Tol dan Tol… dan karena jalanan yang tidak terlalu ramai (iya sih… tengah malem soalnnya bray…), plus jalan Tol CIPALI yang bener-bener memotong pendek Jalur Pantura Cikampek – Cirebon, akhirnya sekitar jam 03.00 pagi Kita sudah keluar Tol Kanci – Pejagan dan Shubuh sudah sampai daerah Tegal.

Selesai Shalat Shubuh dan belanja snack di salah satu POM Bensin di daerah Tegal (bukan yang MURI tapinya), perjalanan Kita lanjutkan menyusuri Pantura untuk menuju target pertama Kita, yaitu sarapan di Semarang. Setelah kasak-kusuk nanya Google dan temen-temen Gogons di rumah, nanyain tempat makan yang recommend di daerah Semarang, dapetlah Kita ‘the one recommended place’ rumah makan yang sangat amat membuat penasaran Adi karena reviewnya yang woke dan katanya tempatnya kecil alias sempit plus tidak buka cabang di manapun, yaitu Rumah Makan Soto Ayam Bokoran di Jalan Plampitan No 55.

Sekitar jam 08.00 Kita memasuki Semarang… banyak persimpangan yang agak membingungkan di Kota Semarang ini… jadi bagi mereka…  eh, Kita yang belum pernah masuk Kota Semarang, persimpangan-persimpangan ini sedikit membuat sulit, padahal udah pake Google Maps untuk nunjukkin jalan. Setelah salah belok sekali, trus puter balik, akhirnya Kita menemukan jalan yang tepat menuju Rumah Makan Soto Ayam Bokoran. Sampai di TKP jam 08.30, cari parkir dan Kita langsung masuk ke dalam si rumah makan, dan… bener aja bray, tempatnya ngga terlalu besar, cuma ada empat meja besar yang penuh terisi orang-orang yang lagi makan… saking penuhnya, bagi orang-orang yang baru dateng, termasuk Kita, harus berdiri-berdiri dulu ngantri sampe ada orang yang selesai makan.

Soto Ayam Bokoran, Tempatnya Kecil alias Sempit

Penantian Kita ngga sia-sia, Soto Ayam-nya emang uenak cuy, maknyoos, Ladziis, muantep… ini ngga melebih-lebihkan ya bre, karena menurut Kita emang begitu adanya… ada juga tempe goreng ama perkedel disediakan sama rumah makan ini yang rasanya juga uenak, maknyoos, Ladziis, muantep… hehehe… perut kenyang, hati paus... yeee, puas…

Penampakan Sponsor di bawah Soto Ayam

Selesai makan perjalanan lanjut, dari Semarang Kita masuk-masuk Tol dan Tol lagi keluar di Bawen, terus ke Salatiga, Boyolali dan Klaten (ngga ada yang bisa diceritain di sini… cuma lewat doang…), dan ini jalur standar lah youw…

11.20, keluar Jalan Solo – Jogja mengarah Wonosari, di sini Kita mendengar kabar menyedihkan kalau terjadi pemboman di sekitar Gedung Sarinah Thamrin, Jakarta… pang-ping pesen WA masuk dari segala penjuru group WA, membuat Kita langsung menanyakan keadaan keluarga di Jakarta, titip pesan kepada mereka untuk tetap di lokasi yang aman (rumah atau kantor)… setelah memastikan keamanan keluarga, perjalanan terus berlanjut. Nah dari sini perjalanan Kita melalui ‘Let’s Get Lost’ yang pertama (entar ada yang kedua dan ketiga)… jalan yang mengarah ke Wonosari dari Jalan Solo – Jogja, sama Google Maps Kita diarahkan melalui jalan-jalan kecil yang cukup satu mobil lebih dikit, yang nama jalannya Ngoro Ngoro Ombo, naik turun bukit dan tembus-tembus ternyata di Situs Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran… tapinya Kita ngga mampir situ bre, Kita langsung tancap gas menuju ke Air Terjun Sri Gethuk…   

Di tengah perjalanan menuju Air Terjun Sri Gethuk, di Jalan Nasional sebelum masuk Kota Wonosari, di pinggir jalan sebelah kiri Kita melihat ada Rumah Makan Gudeg Yu Djum Pusat… Wow, Kita pikir, apakah kantor pusat Gudeg Yu Djum udah dipindah ke sini dari Wijilan, gile semakin berkembang aja Gudeg Yu Djum… mungkin mau nge-grab wisatawan-wisatawan yang ke Gunung Kidul pikir Kita lagi… tapi ternyata… (baca teroos… jawabannya di bawah yeee…)

Jam 13.30 Kita sampai di lokasi Air Terjun Sri Gethuk, di sini Kita dapet kabar kalo sungai yang mengalir di bawah air terjun sedang mendapat banjir kiriman dari Goa Pindul, yang merupakan daerah hulu dari sungai yang mengalir di bawah Air Terjun Sri Gethuk. Karena kondisi banjir ini, maka air sungainya berwarna coklat, tidak bisa dipakai untuk body rafting dan perahu yang biasanya digunakan untuk mengantar wisatawan ke lokasi air terjun tidak bisa dioperasikan... jadinya Kita dan wisatawan lain harus jalan kaki dari parkiran ke lokasi air terjun, ngga jauh bray dan cuma naik turun tangga dikit lah…

Sungainya Coklat n Lagi Dapet Banjir Kiriman dari Goa Pindul

Walaupun air sungainya coklat, tapi air terjunnya tetep bening dan suegerrr… langsung Kita basah-basahan, berendem di bawah air terjun menyegarkan badan setelah ngga mandi dari malem sebelumnya huehuehue… kata pemandu di sini, ada lima air terjun di Sri Gethuk ini, tapi yang Kita temuin perasaan cuma tiga… apakah itu cuma perasaan Kita aja ataukah Kita yang salah hitung atau mungkin cuma fantasi si pemandu… ngga ngerti lah, itung aja sendiri nanti bray kalo kalian pada ke sana…

Menuju Tempat Berendem di Sri Gethuk

Menurut pemandu di sana juga, kalo mau dapetin air sungai yang jernih, Kita harus berkunjung ke Air Terjun Sri Gethuk ini sekitaran Bulan Maret – April, pas mau masuk kemarau kayaknya…

Ada Bidadari Lagi Berendem euy...

Puas basah… basah… basah… mandi madu… ow nooo… mandi air terjun… perjalanan berlanjut menuju Pantai Ngobaran… jam 16.15 Kita sampe TKP Pantai Ngobaran, pemandangannya ciamik di sini dan kalo menurut gue mirip-mirip kayak Uluwatu di Bali… karena di Sri Gethuk Kita udah basah-basahan, jadinya di Pantai Ngobaran kerjaan Kita cuma mengagumi pemandangan kreasi ALLAH SWT sambil bengong-bengong dan sedikit mikir-mikir dan kentut-kentut… hehehe, yang kentut gue doang sih…

Pantai Ngobaran Cuantik

Kayak di Bali aja... padahal DIY nih - Pantai Ngobaran 

Sebenernya Kita mau nungguin sunset di Pantai Ngobaran, tapi karena sadar kalo Kita belum dapet penginapan dan di sekitar Pantai Ngobaran ternyata ngga ada penginapan, jadilah Kita buru-buru cabut takut susah nyari penginapan kalo udah kemaleman. Sebelum meninggalkan area Pantai Ngobaran dan sekitarnya, Kita mampir sebentar ke Pantai yang bertetangga, yaitu Nguyahan… di sini Kita cuma muterin mobil dan ngga sempet photo-photo karena udah mulai gelap… keluar sedikit dari area Pantai Ngobaran dan Nguyahan Kita akan bertemu dengan pertigaan, di mana kalo Kita ke kiri akan kembali ke jalan Pantai Selatan DIY dan kalo ke kanan akan ke Pantai Ngrenehan… Kita putuskan untuk mengunjungi Pantai Ngrenehan sebentar, di sini juga Kita cuma muterin mobil, selain karena hari sudah gelap, Kita tidak berlama-lama di sini karena Pantai Ngrenehan merupakan pantai Nelayan dan bau amis merebak ketika Kita buka jendela mobil…. Hehehe…. Sorry ye Pantai Ngrenehan…

Hari sudah semakin gelap, langsung tancap gas ke arah Pantai Baron… kembali Kita cuma muterin mobil di parkiran Pantai Baron karena cuma mau lihat sekilas penginapan yang ada di sini. Dari Pantai Baron Kita beralih ke Pantai Kukup di sebelahnya, daaan… kembali lagi untuk kesekian kalinya kerjaan Kita cuma muterin mobil di parkiran buat ngeliat penginapan yang ada di sekitar Kukup, sekilas aja… akhirnya dari Kukup Kita mantap bulet memutuskan untuk mencari penginapan di sekitar Pantai Indrayanti… jalan lagi menyusuri jalan pantai selatan gunung kidul dan melihat sekilas plang besar Pantai Sepanjang dari mobil, di perjalanan itu kembali Adi buka-buka Google, ngesearch penginapan recommended di sekitar Pantai Indrayanti, dan keluarlah kandidat kuat, Penginapan Joglo Watu Kelir, yang untungnya masih punya satu kamar kosong. Sekitar jam 19.00 Kita sampai di Joglo Watu Kelir, naro-naro barang dan bersiap untuk makan malam. O iyes, tarif semalam waktu Kita nginep di sini itu cuma Rp 250 ribu, sepertinya karena Kita nginep bukan pas weekend atau liburan ya jadi lebih murah tarifnya.

Malam itu Kita makan di Walet Resto seberang Pantai Indrayanti, miliknya Walet Guest House. Resto ini sepertinya satu dari dua resto yang buka malam itu dan menurut Kita lebih oke dari resto yang satunya lagi (dari sisi tampilan luar), dan ternyata pilihan Kita sepertinya ngga salah cuy, makanannya enak-enak… at least makanan yang Kita pesan seehh…

Sedikit review untuk Penginapan Joglo Watu Kelir (Kamar yang Kita tempati): kamarnya luas, muat untuk 4 – 6 orang (2-3 orang tidur di kasur, yang lain di lantai); Kamar dan kamar mandinya bersih; Disediakan TV yang menggunakan TV satelit Kompas TV; Penjaga penginapannya baik karena mau meminjamkan motornya ke Kita untuk nyari makan malam; Room for improvement-nya adalah di kamar perlu dipasang AC, karena udara sekitar Pantai sangat panas, pakai kipas angin aja ngga cukup bray… tiap satu jam tidur gue kebangun karena panasnya dan baju gue basah keringet…

DAY II (15 JANUARI 2016)    
06.00, Kita sudah keluar penginapan untuk jalan-jalan pagi di sekitar Pantai dan tentunya pantai pertama yang Kita kunjungi di pagi yang cerah hari Jumat tanggal 15 Januari 2016 adalah Pantai Indrayanti.

Sedikit tips jika mengunjungi pantai-pantai di sekitar Gunung Kidul ini (bagi yang belum tahu): air laut pasang sekitar jam 10.00 pagi, pada saat itu pantai terlihat lebih indah dan air laut sekitar pantai terlihat bening kebiru-biruan/kehijau-hijauan. Sebelum jam 10.00 pagi atau ketika air laut masih surut, karang-karang yang ditumbuhi tanaman laut (seperti rumput laut, lihat photo di bawah) masih terlihat di sekitar pantai, jadinya mungkin pantai kurang terlihat bagus bagi sebagian orang. Pada pagi saat air laut surut ini juga banyak penduduk sekitar yang turun ke pantai untuk memancing, memanen rumput laut atau mencari umpan untuk menangkap lobster.

Pagi-Pagi di Pantai Indrayanti/Sundak

Kembali ke jalan pagi sekitar pantai… bagi sebagian besar orang mungkin sudah tahu kalo di sekitar bibir Pantai Indrayanti dan Pantai Sundak sudah banyak berdiri resto-resto, kafe dan penginapan yang sedikit banyak mengurangi keindahan pantai… yang lebih baik sih, untuk menjaga ke-alami-an dan keindahan pantai, mungkin resto-resto, kafe dan penginapan di sekitar bibir pantai bisa dipindahkan ke seberang jalan di depan bibir pantai, tapi sekarang di area itu juga udah penuh sama resto-resto, kafe dan penginapan juga… jadi susah deh, ya udah deh, terima aja deh…

Jalan pagi Kita akhiri dengan leyeh-leyeh sambil menikmati sarapan di Kafe Indrayanti… tidak banyak yang bisa diceritakan di sini karena gue yakin udah banyak yang tahu keindahan Pantai Indrayanti dan juga Pantai Sundak…      

Leyeh-Leyeh di Kafe Indrayanti

Jam 09.00 Kita sudah kembali ke penginapan, untuk mandi dan packing karena rencananya siang harinya Kita akan melanjutkan perjalanan ke Pacitan, tapi sebelumnya Kita mau mampir ke Pantai Pok Tunggal… 09.30 Kita pamitan kepada bapak penjaga penginapan dan langsung cauw…

Pantai Pok Tunggal, the best beach we visited during our road trip… our pictures below would say a thousand words about the beauty of this beach…


Jalan Menuju Pantai Pok Tunggal

Itu tuh Bukit Tirta Pok Tunggal Asri

Itu Bukit Panjung tuh...

Dari atas Bukit Panjung nih...

Itu ada si Adi lagi jalan...

Sebelah Kiri Bukit Panjung ini...

Sedikit catatan mengenai Pantai Pok Tunggal... ada di bagian selanjutnyaaa, baca terus di PART 2...


Klik The Gogons, if you want to know about the novel.


Recommended Reading:
FAMILY CASH FLOW AND BUDGETING - MS EXCEL TEMPLATE

2 comments: