Thursday, November 12, 2015

[CatPer] The Gogons: One Day Trip to Situs Megalitikum Gunung Padang, Lampegan, Cianjur



Masih belum sempet membeberkan cerita perjalanan The Gogons ke Ranu Kumbolo (Desember 2013), Puncak Gede (September 2014) dan Road Trip menyusuri Pantai Selatan Jawa Barat (Desember 2014) karena perlu menggali memory cukup dalam untuk mengingat-ingat kembali detail perjalanannya… Kita skip dulu (lagi) deh… Kali ini gue mau menceritakan perjalanan The Gogons menunggangi Kereta Api PANGRANGO menyusuri rel dari Stasiun Paledang di Bogor menuju ke Stasiun Lampegan di Cianjur, dengan tujuan utama mengunjungi Situs Megalitikum ‘Age of Extinction’ Gunung Padang.

Cerita perjalanan dimulai ketika Dito dengan semangat Sumpah Pemuda, di tanggal 28 Oktober 2015, tiba-tiba mengirimkan pesan di Whatsapp group ‘Mahameru’ (nama group Whatsapp The Gogons untuk membahas segala hal tentang rencana-rencana perjalanan Kita), “Sabtu besok gw mau ke gunung padang gons, mau join?”… wadezig … bagaikan petir di siang bolong, pesan WA Dito menyadarkan Kita bahwa udah lama Kita ngga jalan-jalan bareng lagi… hehehe… dan dari situ dimulailah obrolan-obrolan Kita tentang Gunung Padang  dan rencana perjalanan ke sana.

Tanggal 28 Oktober 2015 kan hari Rabu, berarti kalo mau jalan hari Sabtu-nya Kita cuma punya dua hari doang untuk melakukan persiapan… dan walaupun jarak perjalanan ke Gunung Padang tidak terlalu jauh, trus Kita hanya akan melakukan One Day Trip (PP di hari yang sama/Pulang Hari), perencanaan yang baik harus tetap dilakukan, “…betull?” (ngomong dengan gaya AA Gym), terus Kita langsung jawab “betull ‘A“…

Untuk mengantisipasi jalan yang macet, maka Kita putuskan untuk perjalanan ke Gunung Padang ini Kita akan menggunakan moda transportasi Kereta Api. Dan karena waktu yang sempit AKA mefet, langsung saja Kita Googling untuk mencari informasi tentang cara ke Gunung Padang dan jadwal Kereta Api menuju ke sana. Nah ternyata, karena memang waktunya yang mefet, tiket Kereta Api pertama dari Bogor menuju Lampegan (stasiun terakhir tempat Kita harus turun kalau mau ke Gunung Padang) udah bais alias SOLD OUT. Jadilah Kita harus menunda perjalanan Kita dari rencana awal pergi di hari Sabtu, 31 Oktober 2015 dimundurkan ke hari Sabtu, 07 November 2015.

O iyes, Kereta Api untuk ke Lampegan dari Bogor hanya ada satu, yaitu KA PANGRANGO (seperti sudah disebut sebelumnya) dan hanya ada dua jadwal keberangkatan yaitu jam 07.55 pagi dan jam 13.55 siang. Jadi, kalau mau pulang hari (PP di hari yang sama) Kita harus naik yang jam 07.55 pagi sehingga siangnya Kita bisa kembali lagi ke Bogor dengan KA yang sama dari Lampegan yang berangkat pada jam 14.40 siang. Jadwal KA dan pemesanan tiket online bisa dilakukan di situs PT Kereta Api berikut ini: https://tiket.kereta-api.co.id/ dan berikut adalah tampilan situsnya ketika Kita akan memesan tiket KA.

Tampilan Situs Pemesanan Tiket Online PT. KAI (Bogor - Lampegan)

Tampilan Situs Pemesanan Tiket Online PT. KAI (Lampegan - Bogor)

Supaya kaga keabisan tiket lagi, Kita langsung bergerak cepat untuk memesan tiket KA PANGRANGO PP Bogor – Lampegan – Bogor untuk tanggal 07 November 2015… Daaaaan, pagi-pagi jam 05.42 waktu Pondok Cabe di hari Jumat tanggal 30 Oktober 2015, setelah peserta yang mau ikut perjalanan confirmed semua, tiket KA pun dipesan… Thank GOD… OMG… oh my, oh my…

Bukti Pembelian Tiket KA Online (Bogor - Lampegan)

Bukti Pembelian Tiket KA Online (Lampegan - Bogor)

Tiket KA PANGRANGO yang Kita beli untuk perjalanan ini adalah tiket kelas ekonomi yang harganya cuma Rp 30ribu sekali jalan. Dan, kenapa Kita pilih KA kelas ekonomi… Pertama karena harganya murah, Kedua karena perjalanan tidak terlalu jauh, Ketiga karena sekarang KA kelas ekonomi pun gerbongnya bersih dan ber-AC, Keempat karena di gerbong KA kelas ekonomi sekarang tidak ada pedagang asongan hilir mudik dan tiket dijual sesuai jumlah kursi, jadi tidak ada yang berdiri/berdesak-desakan dan Kelima karena Kita mau nostalgia mengenang kembali masa-masa sulit dulu waktu kuliah ketika keringat dan air mata jatuh bercucuran karena tiap hari makan mie instan di kos-kosan supaya bisa ngirit sehingga uang bisa disisihkan untuk jalan-jalan naik KA Ekonomi… Huaaaaaaa…. Uo… Uo…
  

HARI H
Perjalanan kali ini diikuti oleh tiga anggota The Gogons (Adi, Dito dan Gue – Kita lagi, Kita lagi) plus satu orang temen kuliah Kita yang ngajak istrinya, bernama Yudi (cie-cie Yudi…). Kita semua berangkat dari rumah masing-masing untuk kemudian ketemuan di Stasiun Bogor, dan berikut gue tampilkan rute perjalanan masing-masing Kita untuk menuju ke stasiun Bogor… yang sebenernya ngga penting-penting amat untuk ditampilkan, tapi tetep mau gue kasih unjuk:

ADI, rumah di Bintaro: dari rumah minta tolong satpam komplek untuk dianterin ke stasiun Jurang Mangu, terus naik KA Commuter Line ke stasiun Tanah Abang dan kemudian pindah ke KA Commuter Line jurusan Tanah Abang – Bogor.

DITO, rumah di Ulujami: dari rumah naik motor ke stasiun Kebayoran, parkir motor di situ, terus naik KA Commuter Line ke stasiun Tanah Abang dan kemudian pindah ke KA Commuter Line jurusan Tanah Abang – Bogor.

ADI dan DITO naik KA Commuter Line yang sama jurusan Tanah Abang – Bogor.      

ARI/Gue yang nulis cerita, rumah di Pondok Cabe: dari rumah naik Teksi Blubed (setelah semaleman galau antara dua pilihan, mau naik motor pribadi atau gojek, tapi akhirnya ngga ada yang dipilih) ke stasiun Depok Baru, terus naik KA Commuter Line ke Bogor.

YUDI dan istri, rumah di Pondok Kelapa: naik KA Commuter Line ke Bogor dari stasiun Tebet (dari rumah ngga tau naik apaan… hehehe…)  

Yudi, Dito dan Adi sudah sampai stasiun Bogor sekitar jam 07 pagi, dan gue kesiangan euy… baru berangkat dari rumah jam 06.14, setelah kegalauan berkepanjangan antara dua pilihan tadi, sampai stasiun Depok Baru jam 07 pagi dan baru naik KA Commuter Line ke Bogor jam 07.10…

Sekitar jam 07.43 gue baru sampe stasiun Bogor, terus KA PANGRANGO ke Lampegan berangkat jam 07.55, dan ternyata dari stasiun Bogor Kita harus pindah ke stasiun Paledang untuk naik KA PANGRANGO. Ngga jauh sih jarak dari stasiun Bogor ke stasiun Paledang, cuma tinggal nyebrang jalan aja dan letak stasiun Paledang ada di belakang KFC Taman Topi Square, tapi karena waktunya sudah sangat amat bener-bener mefet, gue jadi ngebut sambil berlari-larian ke sana ke mari untuk menuju stasiun Paledang.

Taman Topi Square
Stasiun Paledang Bogor

Ternyata brooo, stasiun Paledang itu... wow, wow dan wow… kecil banget euy… (itu tuh gambarnya yang di atas...)

Jam 07.50 gue sampe stasiun Paledang, Dito dan Adi lagi duduk-duduk manis di balok-balok kayu deket loket, Yudi dan istrinya lagi pacaran di kantin depan stasiun, bukti pemesanan tiket KA online sudah ditukarkan dengan tiket KA PANGRANGO Bogor – Lampegan, Kita semua tinggal menunggu KA-nya dateng untuk langsung cau.

Tiket KA Hasil Cetak di Stasiun

Jam 07.55 teng, eng ing eng… ternyata KA-nya belum ada, terus jam 08-an lewat masuklah satu rangkaian KA yang ternyata KA pengangkut galon-galon AQUA kosong yang tujuannya ke stasiun Cicurug Sukabumi untuk ngisi gallon-galon kosong yang diangkut. KA PANGRANGO yang Kita tunggu-tunggu dengan H2C baru masuk stasiun Paledang sekitar jam 08.45 dan baru berangkat jam 09.00 booo… Telat sejam, berarti waktu untuk mengunjungi Gunung Padang dan sekitarnya lebih sempit, ngga bisa ke mana-mana lagi deh selain ke Gunung Padang (tadinya Kita mau ke Curug Cikondang juga sekalian)…

Keluar stasiun Paledang, KA PANGRANGO berjalan lambat, dan terus berjalan lambat sampai stasiun Cicurug… Pada tau gak kenapa KA-nya berjalan lambat? ngga tau kan, pasti ngga pada tau… kan belom gue kasih tau… ternyata KA PANGRANGO jalannya lambat karena ada Komo lewat… hehehe bukan deng, tapi karena depannya macet hahaha boong… yang bener adalah karena KA pengangkut galon-galon AQUA tadi cuy, komunikasi dengan KA itu ngga nyambung dengan baik sepertinya, sehingga mesti nunggu ‘ntu KA sampai stasiun Cicurug dulu baru komunikasi loncer dan KA PANGRANGO-nya bisa leluasa jalan lebih cepet.

Karena berjalan lambat ini, akhirnya Kita baru sampe stasiun Lampegan jam 1 siang, telat 2 jam dari jadwal yang seharusnya. Ini artinya semakin sempit waktu Kita untuk mengunjungi Gunung Padang, Kita harus bergerak cepat nih.

Turun dari KA, Kita langsung dikerubungin sama laler, eh, tukang ojek motor yang mau nawarin transportasi untuk ke lokasi situs Gunung Padang. Penawaran pertama mereka ke Kita untuk ojek PP stasiun Lampegan – Gunung Padang – Stasiun Lampegan adalah Rp. 120ribu, setelah tawar menawar akhirnya sepakat turun jadi Rp. 70ribu (berkat jasa tawar menawar rombongan sebelah yang kebetulan juga mau Ke Gunung Padang dan naik KA yang sama).

Ngga ada pilihan lain untuk sarana transportasi dari stasiun Lampegan ke Gunung Padang, cuma ada ojek motor ini. kenapa begitu? Jadi, kalau menurut tukang ojeknya, wisatawan yang mau ke Gunung  Padang udah mulai sepi… jadinya kurang berkembanglah sarana dan prasarana yang ada di Gunung Padang, apalagi dari luar sarana transportasi paling mudah untuk mencapai Lapmegan cuma dengan Kereta Api yang jadwalnya amat sangat bener-bener terbatas, lainnya ya naik kendaraan pribadi atau nyambung-nyambung bus dan angkot. 

Setelah sholat, kita cau ngojek ke lokasi situs Gunung Padang, eits… tapi sebelumnya Kita lebih dulu minta konfirmasi dari kepala stasiun mengenai jam berapa KA PANGRANGO akan tiba lagi di stasiun Lampegan, jangan sampe Kita balik ke stasiun udah ketinggalan KA-nya cuy. Kepala stasiun memberi penerangan bahwasanya dari stasiun Lampegan ke stasiun Cianjur butuh waktu satu jam, jadi PP butuh dua jam, plus biasanya KA-nya istirahat sebentar sekitar 10 menit di stasiun Cianjur sebelum kembali melanjutkan perjalanan kembali ke Lampegan. Jadi… total Kita punya waktu hampir dua jam untuk menikmati situs Gunung Padang. Aman dah… 

Jam 13.15 rombongan ojek Kita mulai meninggalkan stasiun Lampegan dan setelah konvoi hampir selama 15 menit, sekitar jam 13.30 siang Kita tiba di situs Gunung Padang. Turun ojek Kita langsung gerak cepat lagi beli tiket masuk wahana… murah kok tiketnya cuma goceng doang… 

Tiket Masuk Situs Gunung Padang

Kita tinggalin rombongan sebelah yang masih menunggu seluruh anggotanya kumpul semua dan langsung menuju pintu masuk Gunung Padang. Untuk menuju ke situs di puncak Gunung Padang, Kita akan melalui 1000 (dikurangi banyak) anak tangga dengan kemiringan sekitar 70 derajat, kayaknya. Sebenernya ada dua jalur anak tangga untuk menuju puncak Gunung Padang dan yang satu lagi lebih landai, tapi lebih jauh, jalur ini biasanya digunakan untuk turun dari puncak.   

Tangga Menanjak Menuju Puncak Gunung Padang

Tangga Menanjak Menuju Puncak Gunung Padang (dilihat dari atas)

Kira-kira 10 menitan menyusuri anak tangga, akhirnya Kita sampai puncak daaan… pas di puncak ini kondisi langit mulai mendung. Ngga terlalu lama Kita di puncak Gunung Padang, setelah puas muter-muter, fhoto-fhoto dan ketika langit mulai menangis alias turun gerimis, sekitar jam 2 siang Kita turun lagi dari puncak dan langsung ngojek balik ke stasiun Lampegan.

Muke Cape + Muke Songong

Silakan Kakak, Situs Megaltikumnya Kakak

Gaya Lu, Gooon...

Jam 14.30 Kita sudah sampai lagi di stasiun Lampegan, fhoto-fhoto lagi Kita di depan terowongan Lampegan yang famous itu. 

The Famous Terowongan Lampegan di Background

Adi Lagi Nunggu Penampakan

Selesai fhoto-fhoto, rencananya mau cari makan di sekitar stasiun… eeehhh… tiba-tiba ada suara klakson KA… daaan ternyata KA PANGRANGO yang akan Kita tunggangi untuk kembali ke Bogor udah sampe broh… jam 14.45, cuma 5 menit telatnya dari schedule yang seharusnya… wiiiw… ini berarti perkiraan Kepala Stasiun sebelumnya meleset euy… Alhamdulillah, untung aja Kita udah balik cepet-cepet, udah diingetin sama Yang Maha Kuasa dengan mendung dan gerimisnya, jadinya Kita ngga ketinggalan KA PANGRANGO balik ke Bogor. Sementara rombongan sebelah sepertinya masih ada anggotanya yang tertinggal karena masih diperjalanan balik dari situs Gunung Padang, kesian juga sih, tapi KA PANGRANGO ngga bisa nungguin karena harus jalan sesuai schedule.

Suasana Stasiun Lampegan

KA PANGRANGO

Perjalanan balik lebih cepat dan KA PANGRANGO sudah tiba lagi di stasiun Paledang Bogor sekitar jam 18.00, sampai di stasiun Kita langsung cari makan Soto Mie Bogor dan menuju KA Commuter Line untuk kembali ke rumah masing-masing.  It’s a Tiring, but fun trip gons… see you on the next trip!


Thanks for Reading.


Ari Nur Rahman


Klik The Gogons, if you want to know about the novel.



Recommended Reading:

FAMILY CASH FLOW AND BUDGETING - MS EXCEL TEMPLATE

No comments:

Post a Comment